• header
  • sman gnk
  • Gapura Sekolah
  • Milad2
  • Wahidin Halim
  • Milad7
  • Sanitasi Sekolah 202
  • PAWAI KARNAVAL MILAD
  • Taman Sekolah 2020
  • OVJ
  • Paturay Tineung
  • Paturay Tineung
  • Perpisahan1
  • Perpisahan2
  • Lomba
  • Upacara
  • UPacara MOP
  • 3M
  • Pakai Masker

Selamat Datang di Website SMA NEGERI 1 GUNUNGKENCANA | Terima Kasih Atas Kunjungannya.

Pencarian

Kontak Kami


SMA NEGERI 1 GUNUNG KENCANA

NPSN : 20601878

Jl.Raya Gunungkencana - Cijaku Km.3 Kec. Gunungkencana Kab.Lebak 42354


info@sman1gunungkencana.sch.id

TLP : 02525553885


          

Banner

Statistik


Total Hits : 374495
Pengunjung : 201697
Hari ini : 126
Hits hari ini : 637
Member Online : 12
IP : 3.215.79.68
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Login Member

Username:
Password :

Status Member

  • Ari Listyaningsih, S.Pd.I (Guru)
    2019-08-19 22:09:28

    Ass...Diberitahukan Kepada alumni SMAN 1 Gunungkencana Tahun 2019 ditunggu di sekolah pada hari Selasa, 20 Agustus 2019 pukul 09.00 WIB un...
  • Dadang Suryaman, S.Pd, M.MPd (Guru)
    2019-08-11 19:52:03

    Bagi yang sudah login silahkan untuk update
  • Dadang Suryaman, S.Pd, M.MPd (Guru)
    2019-07-30 22:44:29

    3|8

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Menepis Paradigma bahwa menulis itu sulit




Menulis itu membosankan

Berawal dari ketidak sukaan terhadap sebuah bahasa tidak sedikit siswa bahkan mahasiswa sering beranggapan bahwa menulis yang merupakan bagian dari sebuah pelajaran bahasa Indonesia sebagai sesuatu yang membosankan.  karena tidak suka maka akan menimbulkan rasa malas  melakukan kegiatan menulis untuk menghasilkan sesuatu yang berharga di dunia sastra. dalam hal ini saya ingin menghapus paradigma yang sudah berkembang lama di kalangan pelajar  untuk menjadikan bahwa menulis itu sebagai sesuatu yang menyenangkan. berawal dari sebuah pengalaman yang sampai detik ini saya jadikan inspirasi untuk gemar menulis dalam menciptakan sebuah karya. Sejak  duduk di bangku Sekolah Dasar hingga mengenyam pendidikan di sebuah Universitas Negeri di Provinsi Banten, saya salah satu dari sekian banyak pelajar yang selalu beranggapan bahwa menulis itu sesuatu yang membosankan. Ketidak sukaan terhadap Bahasa Indonesia yang merupakan mata pelajaran wajib di setiap jenjang Pendidikan menjadi pemicu munculnya paradigma tersebut. Ketika kuliah ibaratkan  terperosok ke dalam jurusan bahasa yang tidak  saya gemari sejak Sekolah Dasar.  Selama tiga semester belajar di kelas bahasa masih tetap paradigma saya mengatakan bahwa menulis sesuatu yang membosankan. Pengetahuan-pengetahuan tentang bahasa dan sastra yang selalu di sampaikan oleh Dosen setiap harinya masih membuat saya terpaku dalam ketidak sukaan itu. Sejenak berpikir untuk berpindah jurusan,  merasa sia-sia belajar di dunia bahasa karena ilmu yang diberikan tak bisa saya pelajari dengan sempurna. Mengingat harus kembali ke zona awal itu yang merelungkan hati saya untuk tidak pindah jurusan dan tetap menjadi mahasiswa jurusan Diksatrasia hingga memperoleh Gelar Sarjana. Semester empat, lima, enam, tujuh berhasil saya lewati dengan nilai-nilai yang tidak memalukan meski tak begitu menyukai yang namanya bahasa. Semester delapan menjadi awal untuk meruntuhkan paradigma yang telah saya buat sebelumnya. Mata kuliah Menulis kreatif menjadi kunci bahwa menulis itu sebagai sesuatu hal yang menyenangkan. Dipandu oleh Dosen yang kreatif dan berwawasan memacu mahasiswaya untuk mampu mengeluarkan kata-demi kata yang tersimpan rapi dalam benak. Menggunakan metode pembelajaran yang menarik dapat membantu mahasiswa untuk mengeluarkan ide-ide kreatif yang terkemas menjadi sebuah tulisan. Menulis sebuah puisi merupakan kegiatan awal yang dihasilkan dari mata kuliah menulis kreatif, meski bahasa yang digunakan masih teramat sederhana tapi sedikit saya merasa bangga karena bisa membuat karya dari sesuatu yang tidak suka. Dosen perempuan yang kreatif terus berusaha menggali keterampilan-keterampilan dari semua mahasiswa untuk menghasilkan produk dari pembelajaran setiap minggunya. Puisi dan cerpen yang biasanya di hasilkan serta dia juga tidak lupa pula menjelaskan tata cara menulis Artikel, Novel dan bahkan Naska Drama. Seringnya kegiatan itu dilakukan dan ada sebuah apresiasi terhadap karya yang kami ciptakan, membuat paradigma saya tentang menulis itu perlahan terhapuskan. Sekarang saya beranggapan dan mampu mengatakan bahwa menulis itu sesuatu yang menyenangkan, karena dengan kata kita bisa berkarya dan melalui tulisanlah bisa tumbuh ide cemerlang. 

 

Menulis kehabisan ide dan kata-kata

Menulis kehabisan ide dan kata-kata. sering sekali kata itu terucap takala hendak melakukan kegiatan menulis,  sebagai seorang guru, saya selalu menemukan kata itu terucap dari siswa ketika akan membahas materi yang berkaitan dengan menulis khususnya tentang menulis puisi. memang tidak semua orang mudah untuk menuangkan ide-idenya kedalam tulisan, perlu latihan-latihan dan sering membaca karya-karya yang di buat oleh orang lain sehingga wawasan kita akan bertambah dan ide cemerlang akan tumbuh dengan sendirinya  yang dapat di peroleh dari apa yang kita simak di lingkungan sekitar. tips untuk memudahkan kita mendapatkan ide cemerlang gali terlebih dahulu dari sebuah pengalaman yang pernah kita rasakan baik pengalaman indah maupun pengalaman yang menyedihkan. berawal dari pengalaman yang pernah kita rasakan semakin lama ide-ide itu akan bermunculan dan siap untuk dituangkan dalam sebuah tulisan. Seperti halnya yang saya rasakan, dulu selalu berkata bahwa kata yang terdapat dalam benak saya telah habis. pengalaman pahit yang pernah dirasakan ternyata memberikan dampak positif di kehidupan saya, sekarang saya merasakan mampu untuk merangkai kata ke dalam sebuah tulisan dengan kata-kata yang menarik dan beranekaragam.  Sebenarnya kata itu tidak akan pernah habis, tetapi sering kali siswa ataupun mahasiswa mengatakan kehabisan kata-kata saat mereka menuangkannya kedalam sebuaah tulisan. Dari A sampai Z banyak sekali kata yang bisa dirangkai dengan makna yang sangat berbeda dan dapat menghasilkan sebuah karya yang sangat berharga. 

 

Menulis itu sulit

Tidak sedikit orang mengatakan bahwa menulis itu sulit. Padahal kalau kita tahu kegiatan menulis sering dilakukan setiap hari khususnya untuk kalangan pelajar. tetapi yang mereka anggap bahwa menulis itu sulit ketika mereka di tuntut harus membuat tulisan-tulisan yang berkaitan dengan sastra, memang kalau kita lihat bahasa-bahasa dalam sebuah karya sastra sangat memiliki makna yang luar biasa. melihat hal itu mungkin wajar kalau sebagian pelajar mengatakan kalau menulis itu sulit dilakukan. padahal tidak semua karya sastra menggunakan bahasa- bahasa yang rumit dan susah di pelajari. akan tetapi kalau kita tahu banyak karya sastra yang di buat dengan bahasa sehari-hari. Paradigma yang muncul di akibatkan karena kurangnya wawasan seseorang terhadap sebuah bacaan. banyak sekali di media-media, baik media cetak maupun media elekronik karya yang dihasilkan dan dipublikasikan  oleh anak-anak yang usianya masih belia. melihat hal itu berarti menulis tidak sulit karena dapat dilakukan oleh siapa saja, baik anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar maupun oleh orang dewasa. 

 

Menulis Kawan yang Baik

Perlu kita ketahui bahwa kegiatan menulis sebenarnya dapat dijadikan kawan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sebuah tulisan kita dapat mengabadikan berbagai peristiwa yang terjadi untuk bisa dikenang di kemudian hari. Jadikan bahwa menulis itu hal yang menyenangkan, sehingga kita mau mengembangkan ide yang kita miliki menjadi sebuah tulisan yang dapat dibaca di waktu senggang.

 

 

 

penulis : Dewi Sumarni, S.Pd




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas